Kalium Polifosfat (KPP)13845-36-8

Kalium Polifosfat (KPP)13845-36-8

Kalium Polifosfat (KPP) adalah polifosfat linier yang dibentuk dengan menghubungkan dua atau lebih gugus fosfat melalui ikatan pirofosfat. Rumus molekulnya adalah Kₙ₊₂PₙO₃ₙ₊₁ (n ≥ 2). Fitur intinya adalah ia memiliki kemampuan pasokan nutrisi dan kinerja pengkelat yang kuat. Derajat polimerisasi (nilai n) menentukan fungsi inti: oligomer (n = 2 – 10) memiliki kelarutan yang kuat dan kemanjuran yang cepat, cocok untuk skenario nutrisi pelepasan cepat; polimer (n > 10) memiliki stabilitas tinggi dan sifat pelepasan lambat yang baik, cocok untuk kebutuhan aplikasi jangka panjang.

KETERANGAN

Kalium Polifosfat (KPP) adalah polifosfat linier yang dibentuk dengan menghubungkan dua atau lebih gugus fosfat melalui ikatan pirofosfat. Rumus molekulnya adalah Kₙ₊₂PₙO₃ₙ₊₁ (n ≥ 2). Fitur intinya adalah ia memiliki kemampuan pasokan nutrisi dan kinerja pengkelat yang kuat. Derajat polimerisasi (nilai n) menentukan fungsi inti: oligomer (n = 2 – 10) memiliki kelarutan yang kuat dan kemanjuran yang cepat, cocok untuk skenario nutrisi pelepasan cepat; polimer (n > 10) memiliki stabilitas tinggi dan sifat pelepasan lambat yang baik, cocok untuk kebutuhan aplikasi jangka panjang.


Penanaman pertanian:

Untuk budidaya di fasilitas, pilih jenis polimer rendah cair (derajat polimerisasi 2-6), dan untuk budidaya di lahan terbuka, pilih jenis polimer tinggi padat (derajat polimerisasi 8-15).

Tanaman yang sensitif terhadap klorin (seperti tembakau dan stroberi) sebaiknya memilih produk dengan ion klorin ≤ 0,5%, dan indikatornya dapat diverifikasi melalui laporan pengujian.


Produsen Pupuk Kalium Polifosfat


Pengolahan makanan:

Pengolahan daging memilih jenis polimer rendah (n = 2-4), produk susu memilih jenis polimer tinggi (n = 8-10), cocok untuk kebutuhan pemrosesan yang berbeda.


Produksi industri:

Industri deterjen memilih kelas industri tipe I (nilai pengkelat ≥ 120mg/g), pengolahan air memilih kelas industri tipe II (ketahanan suhu ≥ 180℃);

Di bidang energi baru, diperlukan produk khusus dengan kemurnian tinggi (kemurnian ≥ 99,5%), dan menyediakan data deteksi ukuran partikel dan bentuk kristal.


Aplikasi pertanian: Jangan campur dengan pupuk yang sangat asam seperti amonium sulfat. Untuk penyemprotan daun sebaiknya dilakukan pada malam hari saat cuaca cerah. Jika hujan turun dalam waktu 4 jam, lakukan penyemprotan. 

Pengolahan makanan: Kontrol dengan ketat jumlah penambahan. Pemakaian maksimal untuk produk daging tidak melebihi 0,5%. Hindari penggunaan berlebihan agar rasanya tidak menjadi sepat. 

Operasi industri: Selama produksi, kenakan sarung tangan pelindung untuk menghindari kontak kulit langsung. Untuk produk cair yang bocor, gunakan pasir untuk menyerap lalu tangani.


Arah Pengembangan Teknis

Produksi Hijau: Mengembangkan proses daur ulang produk samping kimia fosfor (terak fosfat), mengurangi biaya bahan mentah sebesar 20% dan mencapai tujuan "mengubah sampah menjadi harta karun"; 

Peningkatan Fungsional: Di bidang pertanian, beralihlah ke formula gabungan "nutrisi + ketahanan terhadap stres"; di bidang industri, terobosan ke arah "fosfor rendah + efisiensi tinggi"; di bidang energi baru, fokus pada penelitian dan pengembangan bahan elektroda berkapasitas tinggi.


Dapatkan Penawaran Cepat Sekarang
Beritahu kami apa yang Anda butuhkan — kami akan memberikan harga dan solusi terbaik dengan cepat.
Hubungi kami
Nonionic Surfactant
Detergent Raw Material

Mulai Pesanan Anda

Kirimkan formulir pertanyaan Anda untuk mendapatkan penawaran harga yang disesuaikan.

Alamat E-mail Anda...

kirim
Cocamidopropyl Betaine
Sodium Alpha Olefin Sulfonate

Jika Anda tertarik dengan produk kami, Anda dapat memilih untuk meninggalkan informasi di sini, dan kami akan segera menghubungi Anda.

  • captcha