Pupuk majemuk lepas lambat adalah jenis pupuk majemuk yang melepaskan nitrogen, fosfor, kalium, dan unsur jejak secara perlahan melalui pelapisan fisik, modifikasi kimia, atau regulasi biologis. Ciri utamanya adalah laju pelepasan unsur hara diselaraskan dengan pola kebutuhan unsur hara tanaman – menghindari masalah pupuk tradisional di mana unsur hara dilepaskan secara tiba-tiba di awal dan kemudian habis, sehingga mengakibatkan berkurangnya hasil. Ini mencapai "penggunaan satu kali, pasokan nutrisi jangka penuh", dan memiliki manfaat ganda yaitu "mengurangi tenaga kerja dan meningkatkan efisiensi" dan "mengurangi polusi". Indikator utamanya adalah "periode pelepasan lambat" (periode pelepasan unsur hara) dan "laju pelepasan awal" (proporsi unsur hara yang dilepaskan dalam waktu 24 jam). Produk berkualitas tinggi dapat memiliki periode pelepasan lambat 60-180 hari dan tingkat pelepasan awal ≤15%.

Sifat fisik dan kimia inti:
Penampilan: Sebagian besar berbentuk butiran berwarna (partikel nutrisi berbeda memiliki warna berbeda, seperti merah untuk partikel nitrogen dan biru untuk partikel fosfor), dengan ukuran partikel 2-4 mm, keseragaman ≥ 90%, dan tidak ada fenomena aglomerasi;
Performa rilis lambat: Laju pelepasan awal dalam waktu 24 jam adalah ≤ 15% (untuk tipe berlapis) dan ≤ 10% (untuk tipe yang dimodifikasi secara kimia), dan laju pelepasan kumulatif dalam periode pelepasan lambat adalah ≥ 80%;
Stabilitas: Produk yang dilapisi tahan terhadap gesekan (tingkat pelepasan lapisan ≤ 5%), produk yang dimodifikasi secara kimia tahan terhadap asam dan basa (stabil dalam pH 4,0 – 8,0), dan produk jenis regulasi biologis memiliki masa berlaku ≥ 12 bulan (aktivitas zat penghambat tidak berkurang);
Keamanan: Kandungan logam berat (timbal, kadmium, merkuri) memenuhi persyaratan GB/T 15063-2020, kandungan diuretik ureidone ≤ 1,0%, dan tidak menimbulkan risiko luka bakar pada sistem perakaran tanaman.
Fungsi inti dan keunggulan aplikasi: 1. Pasokan nutrisi: Pencocokan yang tepat, mengurangi limbah. 2. Efisiensi penanaman: Penghematan tenaga kerja, peningkatan kualitas, pengurangan risiko. 3. Adaptasi tanah: Melindungi ekosistem, kemampuan beradaptasi luas.
Metode aplikasi: Aplikasi dasar merupakan cara utama, menggunakan aplikasi samping dalam (dengan jarak 5-10 cm dari benih/sistem perakaran), hindari kontak langsung agar tidak gosong; topdressing dapat dilakukan dengan cara aplikasi lubang (untuk pohon buah-buahan) atau perendaman (untuk sayuran, pilihlah produk yang mudah larut dan bertipe regulasi biologis);
Kontrol dosis: Hitung berdasarkan kebutuhan pupuk tanaman dan kandungan unsur hara pupuk slow release, hindari penggunaan yang berlebihan (untuk jagung, pemberian pupuk tradisional adalah 50 kg per mu, sedangkan pupuk slow release dapat dikurangi menjadi 40 kg, pemberian berlebihan dapat menyebabkan pertumbuhan dan rebah yang berlebihan pada tahap selanjutnya);
Pencampuran kontraindikasi: Produk yang dilapisi harus menghindari pencampuran dengan pupuk yang sangat asam (seperti amonium sulfat) untuk mencegah pembubaran lapisan; produk yang dimodifikasi secara kimia dapat dicampur dengan pupuk organik untuk meningkatkan efisiensi pemupukan;
Persyaratan penyimpanan: Simpan di tempat sejuk dan kering, hindari hujan (produk yang dilapisi rentan menggumpal jika terkena hujan, sehingga mempengaruhi laju pelepasan), produk jenis regulasi biologis perlu disimpan di tempat gelap untuk mencegah inhibitor kehilangan efektivitasnya. Spesifikasi Aplikasi Keselamatan.
Mulai Pesanan Anda
Kirimkan formulir pertanyaan Anda untuk mendapatkan penawaran harga yang disesuaikan.
Alamat E-mail Anda...